Friday, August 03, 2018

Life based on GOD's Mercy

Nats : Rom 12:1-2


"Demi kemurahan Allah" - by the mercy of GOD : NET version
Segala sesuatu yang dapat / bisa kita lakukan diawali atau didasari oleh karena kemurahan / belas kasihan dari Allah. Oleh karena kita telah menerima kemurahan / belas kasihan dari Allah maka kita dimampukan untuk melakukan segala sesuatu.

Sering sekali kita merasa tidak mampu melakukan sesuatu karena kita lebih melihat dari kacamata / sudut pandang keterbatasan kemanusiaan kita, padahal sebenarnya Allah telah bermurah hati memberikan kasih karunia Nya yang memampukan kita untuk bisa melakukan hal itu (Bdk. 2 Cor 12:9)

Sekalipun dari sudut pandang kita, kita merasa tidak mampu - kita harus percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (bdk Rom 8:28) - termasuk hal berat yang harus kita lakukan.

Ada pepatah dalam bahasa inggris yang berkata "Every cloud has a silver lining" - pasti ada sesuatu yang (kita percaya) Allah sediakan bagi kita ketika kita berhasil melewati semua ini- minimal pengalaman yang berharga, skill / kemampuan yang baru, pengetahuan tentang seseorang / sesuatu yang akan menolong / berguna bagi kita di masa yang akan datang (untuk mencapai kehendak Allah dalam kehidupan kita)

Dan pada akhirnya :

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus , yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. - TB Ibr 12:2

Amen.

Thursday, July 26, 2018

Berkenan di mata Allah & Manusia


Kitab ini ditulis pada masa pembuangan kerajaan Yehuda ke Babel. 
Pada masa ini kerajaan Babel mengambil orang-orang terbaik dari kerajaan Yehuda untuk bekerja pada raja Babel di Istananya.
 
Ada 7 kriteria dari orang-orang yang diambil sebagai pelayan di istana Babel yaitu :
  1. Keturunan raja dan dari kaum bangsawan (memiliki kebiasaan, sopan santun dan tata krama yang baik)
  2. Orang-orang muda (antusias, semangat, memiliki potensi maksimal yang belum tercapai)
  3. Tidak ada sesuatu cela (moral, ahklak & nilai yang baik)
  4. Berperawakan baik (penampilan yang menarik)
  5. Memahami berbagai-bagai hikmat (bijaksana)
  6. Berpengetahuan banyak (menguasai banyak hal, serba bisa)
  7. Mempunyai pengertian tentang ilmu (punya skill yang baik, mau belajar)
Sebuah standar / kriteria pemilihan orang yang sangat tinggi, harus baik bila ditinjau dari segala sisi . Namun Tuhan memiliki sebuah standar lain untuk pemilihan-Nya yaitu Hati (bdk 1 Sam 16:7) 

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Bukan berarti standar lain tidak penting, namun yang terpenting adalah hati - setelah itu baru harus memiliki ke-7 kritertia yang lain. Daniel, Sadrakh, Mesakh & Abednego adalah orang-orang pilihan yang memiliki semua kriteria yang dicari oleh Manusia dan Allah oleh karena itu Allah memberkati mereka dengan luar biasa :

Daniel 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya

Sepuluh kali  lebih cerdas - sebuah perkara Supranatural yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah.

Selain berkat personal yang mereka dapatkan, Allah juga memberikan kasih karunia & kepercayaan besar kepada mereka yaitu mereka juga disukai oleh manusia - menjadi pilihan utama raja untuk memimpin kerajaan Babel.

Daniel 2:48 Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel. 

Daniel 2:49 Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja. 

Daniel 3:30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

 Marilah kita berusaha membangun kehidupan kita sedemikian sehingga kita berkenan kepada Allah dan Manusia (bdk Rom 14:18)

Wednesday, July 25, 2018

Learning for the Future

Nats : Ams 22:1-16

22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Kata didikan (didik) terdapat dalam 73 ayat di seluruh Alkitab. Lebih dari 45% (33 Ayat) terdapat dalam kitab Amsal. Hal ini menunjukkan kalau hal ini merupakan salah satu hal penting yang sangat ditekankan oleh raja Salomo sebagai penulis kitab Amsal dan seorang yang paling berhikmat pada jamannya - mungkin juga sampai sekarang ini.

Ayat di atas menunjukkan bagaimana didikan / pengajaran / pemuridan itu sangat mempengaruhi masa depan dari seseorang. Ketika seorang muda menerima pengajaran yang patut, maka Ia akan tetap berada di jalan itu pada masa tua nya (Ams 22:6) - bayangkan betapa besarnya dampak pengajaran yang benar pada masa muda.

Bahkan kebijaksanaan-pun berasal dari sana : 
Amsal 8:33 "Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya."

Hidup kita tergantung dari didikan : 
Amsal 4:13 "Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu"

Hikmat akan mengalir dari didikan yang tertinggi - Takut akan Tuhan :
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan."

Cara yang dinyatakan oleh Alkitab supaya kita memperoleh masa depan yang baik adalah :
  1. Takut akan Tuhan (didikan dari Allah - Ams 15:33)
  2. Taat kepada pemimpin (didikan dari orang yang diletakkan Allah diatas kita - bdk Ibr 13:17)
  3. Belajar dari orang lain (didikan dari orang lain - bdk Ams 27:17)
  4. Belajar dari ciptaan Tuhan (didikan dari Alam & Isinya - termasuk segala pengetahuan - bdk Maz 19:2, Ams 15:14)

Don't stop learning, you are creating your future.

Tuesday, July 24, 2018

Pertumbuhan yang Disengaja (Intentional Growth)

Nats : Luk 2:21-40

Dari bacaan hari ini kita dapat melihat kalau Yesus memiliki pertumbuhan fisik, rohani dan spiritual yang sehat. Hal ini dapat kita baca pada ayat ke 40 yang berkata :
"Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya."

Ada prinsip yang dapat kita pelajari dan aplikasikan ke dalam kehidupan kita sehingga kita juga dapat mengalami pertumbuhan yang baik dan menerima berkat (besar, kuat, penuh hikmat & kasih karunia Allah) yaitu :

Adanya penyerahan / pengudusan diri (ay 22-23)

Dasar dari penyerahan diri ini sesuai dengan Hukum Taurat pada jaman Musa (Bdk Kel 3:2,12,15; Bil 3:13). 

Semua orang tua Israel harus melakukan hal ini (menyerahkan anak sulungnya kepada Tuhan) dengan maksud untuk mengingat karya Tuhan yang besar dalam sejarah kehidupan mereka dan menyatakan kalau kehidupan anak mereka adalah sepenuhnya milik Tuhan.

Hal yang saya dapatkan ketika saya membaca mengenai hal ini adalah :
  1. Hubungan dengan Tuhan adalah yang terpenting. Ritual yang dilakukan oleh orang Israel pada masa itu adalah cara mereka untuk dapat berhubungan dengan Tuhan sang pencipta dan pemilik kehidupan mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan. Pada masa sekarang, hal ini tetap harus menjadi yang terpenting dalam kehidupan kita - orang-orang pilihan Tuhan. Kehidupan yang berpusat pada Yesus, kerinduan untuk semakin mengenal-Nya baik melalui Doa dan Firman adalah sumber dari kehidupan kita -  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5b)

  2. Penyerahan diri total kepada Allah dan rencana-Nya, dalam bentuk yang paling jelas berbicara mengenai iman dan ketaatan. Rencana Allah selalu akan membawa kita dari sebuah kemuliaan menuju kemuliaan yang jauh lebih besar (Bdk 2 Kor 3:18) - namun pada kenyataannya banyak orang tidak memperolehnya karena tidak memiliki Iman dan Ketaatan. Ketaatan tidak hanya berbicara mengenai tindakan yang dilakukan, namun juga berbicara mengenai Iman yang melandasi tindakan tersebut.

    "Kalau kita percaya bahwa Allah akan membawa kita kepada tanah perjanjian maka kita juga akan taat ketika Ia menyuruh kita keluar dari posisi kita sekarang."
     
  3. Ketika kita sudah mengandalkan Tuhan serta memiliki iman & ketaatan maka Allah akan mengirimkan peneguhan-peneguhan yang memberikan kita keyakinan bahwa Ia beserta dengan hidup kita. Pada kisah ini, Allah mengirimkan Simeon & Hana untuk meneguhkan Yusuf & Maria akan apa yang Tuhan akan lakukan di dalam kehidupan Yesus.

    "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah - Rm 8:28", Allah itu setia dan takkan meninggalkan perbuatan tangan-Nya (Bdk Maz 138:8)

  4. Komunitas yang benar juga akan membawa kita lebih dekat kepada penggenapan janji Tuhan. Simeon & Hana bertemu dengan Yesus & kedua orang tuanya di Bait Allah. - "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita ... "- Ibr 10:25a


Marilah kita berusaha untuk membangun hidup kita dengan sebaik-baiknya sehingga Allah mempertumbuhkan kehidupan kita sehingga menjadi lebih dewasa di dalam Dia (1 Kor 3:7) dan membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar (2 Kor 3:18)

Monday, July 23, 2018

4D 4 Generation


Kitab Ulangan ditulis sebagai sebuah kitab yang berisi pengajaran kembali dari taurat yang sudah dinyatakan kepada bangsa Israel pada masa bangsa Israel dibawa oleh Musa keluar dari Mesir. Tujuan pengajaran ulang ini karena bangsa Israel yang sekarang sudah berbeda generasi dengan yang dulu. Semua orang Israel yang berusia 20 tahun ke atas sudah mati di padang gurun dalan perjalanan berputar-putar selama 40 tahun, sehingga yang tinggal adalah generasi anak-anak mereka.

Sebuah pesan penting yang harus diberikan kepada generasi ini terdapat pada ayat 4 & 5 :
6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 
6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu 
 -  pengenalan akan Tuhan & tindakan sebagai bukti nyata dari pengenalan tersebut.

 Yang harus dilakukan terhadap pesan ini adalah 4D :
  1. Diperhatikan (Ay 6)
  2. Diajarkan berulang-ulang kepada generasi berikutnya (Ay 7a)
  3. Dipakai sebagai topik pembicaraan setiap waktu (Ay 7b) - duduk, berjalan, berbaring, bangun
  4. Diingat selalu, buat  "batu / monumen peringatan" di sebanyak mungkin hal sehingga dapat terus diingat.
Hal ini adalah dasar yang terutama dan harus dipersiapkan sebelum bangsa Israel masuk dan merebut tanah perjanjian mereka (Kanaan) - menerima penggenapan akan janji Allah dalam hidup mereka.

Situasi yang sama juga berlaku untuk kita sebagai umat Allah pada masa kini, Ingatlah akan janji yang sudah Allah berikan, Imani bahwa kita akan menerimanya namun fokus untuk persiapkan 4D dalam kehidupan kita sehingga kita akan sanggup menerima dan hidup di dalam janji tersebut.

God's promises is not only for you or your generation, it should be passed to the next generation.

Thursday, July 19, 2018

a Comforting Faith (in our journey with God)

Nats : Yer 20:7-18

Yeremia memendam kekesalan, frustasi dan keputusasaan yang mendalam karena ia merasa kalau segala hal yang Ia lakukan adalah sebuah kegagalan. Dari sudut pandang manusia memang gampang sekali kita melihat hidup dan pekerjaan Yeremia adalah sebuah kegagalan - seorang nabi yang tidak berhasil mempertobatkan bangsanya, ataupun membuat keajaiban terjadi (pembebasan dari perbudakan) - hanya bisa meratapi nasib dalam penghinaan dan cemoohan yang terus menerus dari bangsanya sendiri. Sebuah kenyataan yang cukup untuk membawanya kepada keinginan untuk tidak dilahirkan sama sekali.

Namun sekalipun dalam situasi yang sedemikian, Ia masih tetap memiliki dan memperkatakan Imannya tentang / kepada Allah (Yer 20:11) - Sunggu sebuah hal yang kontras namun sangat menarik untuk diperhatikan.

Paulus sang rasul besar pernah menulis demikian di Roma 8:28 
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan  bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. "

 Kalau kita mempelajari sejarah kehidupan Paulus maka kita akan mengetahui kalau kata "segala sesuatu" akan lebih banyak menunjuk kepada situasi yang negatif dari pada positif. Sesuatu yang erat hubungannya dengan kesusahan dan penderitaan. Namun dalam situasi yang demikian pun Ia tetap percaya dan memiliki iman yang teguh dengan berkata bahwa "Allah turut bekerja ... untuk mendatangkan kebaikan" - sebuah pernyataan yang terlihat sangat kontras dengan fakta di depan mata. Pengenalannya yang dalam akan Tuhan mengakibatkan tidak sedikitpun Ia meragukan akan kesempurnaan rencana dalam kebaikan-Nya.

Iman akan "Allah dan rencana-Nya yang mendatangkan kebaikan" akan membuat kita akan dapat menikmati perjalanan kehidupan kita bersama-Nya.


Wednesday, July 18, 2018

Dare to Dream and Live it


Kaleb menerima janji Tuhan melalui Musa pada saat dia berusia 40 tahun.
Janji ini diterimanya setelah pemberontakan seluruh bangsa Israel di Kadesh-Barnea.

Pada masa itu, hanya 2 orang yang menerima janji yaitu Yosua dan Kaleb (bdk Bil 14:30) oleh karena mereka telah melakukan tugas dengan baik (melaporkan keadaan Kanaan dengan sejujur-jujurnya) dan setia kepada Tuhan.

Setelah 45 tahun mereka berputar-putar di padang gurun dan matilah seluruh generasi yang tidak mempercayai Tuhan maka sudah tiba saatnya Yosua dan Kaleb memimpin sebuah generasi baru bangsa Israel yang lahir di padang gurun untuk masuk dan menerima janji Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub berupa tanah perjanjian (Kanaan).

Sebuah masa penantian yang amat panjang bagi seorang Kaleb untuk menerima penggenapan dari janji Tuhan - namun Kaleb tidak pernah lupa, bahkan pada ulang tahunnya yang ke 85 - ia datang meminta restu dari Yosua untuk mengijinkannya berperang merebut tanah Kanaan dan menggenapi janji Allah.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Kaleb ini :

  1. Kaleb tidak pernah lupa, bahkan selalu menanti-nantikan saat janji dari Tuhan digenapi di dalam kehidupannya. Sekalipun dalam masa yang panjang, ia selalu mempersiapkan dirinya untuk "pantas" memiliki janji itu - terlihat dari tubuhnya / kondisi fisiknya yang sudah 45 tahun lebih tua (berusia 85 tahun) namun tetap dalam kondisi yang fit dan siap berperang.

    "Penggenapan janji Allah di dalam hidup kita tidak cuma menuntut kesabaran menanti namun juga ketaatan dalam memelihara dan mempersiapkan diri untuk menerimanya"


  2.  Kaleb terlebih dahulu mencari Yosua sebagai pemimpin yang diletakkan Allah di atasnya (sebagai representasi Allah pada bangsa Israel) sebelum bertindak lebih jauh. Ia sadar kalau pemimpin di atasnya adalah orang yang memiliki otoritas terhadap hidupnya. 

    Penulis kitab Ibrani menulis dalam pasal 13:17 demikian :
    "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu."

    Sebagai efek dari ketaatan dan penundukan dirinya, maka Kaleb tidak hanya menerima restu namun juga berkat dan support dari Yosua.


  3. Kaleb meminta kota Hebron dari Yosua sebagai milik pusakanya. Dahulu kota Hebron bernama Kiryat-Arba. Wilayah ini adalah daerah tempat tinggal para Raksasa / manusia yang bertubuh besar sekali (suku Enak - sukunya Goliat). Kota Kiryat-Arba adalah kota yang dihuni oleh Arba - seorang yang paling besar dari suku Enak. Menurut catatan Alkitab, tinggi Goliat adalah sekitar 3.2 meter - dan Arba lebih besar dari Goliat.

    Kaleb meminta sebuah kota yang terkuat di wilayahnya. Sebuah visi / mimpi besar yang tidak dapat dibatasi oleh keterbatasan seorang berusia 85 tahun. Sebuah kepercayaan yang besar kepada janji yang diberikan dan Tuhan sebagai sang pemberi janji melalui Musa.

    "Iman tidak diperlukan ketika mimpi kita masih mungkin untuk dijangkau"




Dare to Dream Big by Activating Your Faith.

Tuesday, July 17, 2018

Kepemimpinan yang bertumbuh - 3P (Panggilan, Pengetahuan, Penyertaan)



Nats : Amos 7:10-17

Amazia adalah seorang pemimpin agama (Imam) yang diangkat oleh raja Yerobeam ketika Ia sedang berkuasa di kerajaan Israel pada masa itu. Amazia tinggal dan melayani pada bait suci di kota Betel.

Bait suci di Betel adalah salah satu dari 2 bait suci tandingan yang dibuat oleh Yerobeam sang Raja Israel (kerajaan utara) supaya rakyat kerajaan-nya tidak perlu lagi beribadah kepada Allah yang hidup di Yerusalem - melainkan kepada "agama" yang dibuatnya sendiri ( bdk 1 Raj 12:26-32 ).

Amazia adalah seorang non-Lewi yang diangkat menjadi kepala Imam (bdk 1 Raj 12:31)

Ayat 12 memperlihatkan kepada kita betapa buruknya "nilai-nilai" dan konsep pemikiran yang dimiliki oleh Amazia - seorang pemimpin yang tidak dipanggil / dipilih oleh Allah sendiri dan tidak memiliki dasar nilai pelayanan yang baik (karena tidak mewarisi nilai kehidupan imam yang hidup secara turun-temurun di dalam suku Lewi)


Menurut saya, ada 3P yang akan menjadikan kita seorang pemimpin yang baik yaitu :

  1. Panggilan / Pemilihan

    Panggilan ini tidak hanya berbicara mengenai situasi ketika Allah secara langsung berbicara secara pribadi (memanggil) kepada seseorang (baik melalui suara hati, mimpi, penglihatan maupun secara audible) namun juga ketika pemimpin di atas kita mempercayakan sesuatu tanggung jawab / kepemimpinan kepada kita. 

    Kita yang percaya bahwa "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah - Rom 8:28" harus percaya bahwa Tuhan juga turut bekerja ketika pemimpin diatas kita mempercayakan sebuah tangggung jawab (kepemimpinan) kepada kita. Kita harus percaya bahwa panggilan Tuhan secara tidak langsung ini (melalui pemimpin di atas kita) memiliki bobot yang sama dengan panggilan langsung dari Tuhan - karena Ia sama-sama bekerja di dalamnya.

    Oleh karena itu, belajar untuk tidak menolak panggilan / kepercayaan dalam bentuk apapun karena kemungkinan besar itu adalah jalan dari Tuhan untuk mempromosikan hidup kita dengan cara memprosesnya terlebih dahulu - sehingga kita cakap / mampu untuk menerima promosi tersebut.

    "Ketaatan adalah langkah awal untuk menerima promosi dari Tuhan"

  2. Pengetahuan

    Hal lain yang sama pentingnya dengan panggilan adalah pengetahuan. Saya percaya bahwa semua orang harus belajar menjadi seorang pemimpin yang baik - there are no perfect natural leader from beginning - leaders are not born, they are trained.

    Seorang leader harus terus belajar untuk meningkatkan skill kepemimpinan dan wilayah pengaruhnya, tanpa itu semua maka ia akan sampai pada masa "stagnasi" - dimana sepertinya segala sesuatu sudah mentok dan tidak bisa berkembang lagi.

    Selalu berusaha belajar dari orang lain (melalui percakapan verbal, training, membaca, dll) dan belajar dari Tuhan (melalui Alkitab & orang lain) adalah kunci untuk dapat terus bertumbuh dalam kepemimpinan kita.

  3. Penyertaan

    Semua manusia secara natural - termasuk seorang pemimpin, pasti memiliki keterbatasan sehingga apapun yang kita kerjakan pasti akan sampai pada batasnya - termasuk kepemimpinan dan pengaruh kita. Adalah sesuatu yang sia-sia bagi kita untuk terus berusaha keras supaya bertumbuh padahal kita tahu bahwa kita akan mentok pada batas natural kita.

    Untuk dapat bertumbuh semakin besar dan mengatasi semua keterbatasan itu kita membutuhkan sesuatu yang lebih besar dari batasan kehidupan natural kita yaitu "kuasa supernatural dari Roh Kudus".

    Hanya dengan "menempel" pada suatu yang tidak terbatas lah, kita akan bisa melewati batas-batas natural kita. 

Marilah kita bersama-sama berusaha untuk menjadi pemimpin yang bertumbuh dalam kuasa dan pengaruh dalam semua segi kehidupan kita - kepemimpinan yang berhasil tidak ditentukan dari semakin tingginya posisi / level kepemimpinan tetapi dari DAMPAK yang dihasilkan dari pengaruh kita - baik kepada orang-orang yang kita pimpin, orang-orang diatas kita atau bahkan kepada orang-orang yang berada di atas kita.

Saturday, July 14, 2018

Kemuliaan Allah melalui Manusia

Mazmur 8 adalah sebuah Mazmur / Lagu / Puisi dari Daud mengenai Kemuliaan Allah. Hal ini terlihat dari kalimat pertama (diluar intro) dan terakhir.

Bagian kedua dari mazmur ini menggambarkan betapa luar biasanya Allah itu dan Ia menunjukkannya dengan melakukan perkara yang Luar biasa yaitu memberikan kekuatan kepada jenis manusia (sebagai lambang dari organisme yang lemah & sangat terbatas) yang paling lemah (bayi & anak yang menyusu) - Bdk "Allah memanggil orang bodoh untuk mempermalukan orang berhikmat" -> dalam hal ini, menunjukkan kemuliaan Allah.

Puncak dari kemuliaan Allah dinyatakan ketika Ia memberikan kuasa tertinggi ke-2 di bumi kepada Manusia yang notabene sangat terbatas dan tidak pantas & layak untuk menerimanya.

Oleh karena itu, hakikat / eksistemi manusia & tugasnya yang tertinggi adalah untuk Memuliakan Allah dalam kehidupannya karena :

1. Manusia menerima kepercayaan mutlak dari Allah (posisi)
2. Manusia sudah menerima kuasa dari Allah untuk melaksanakan tugas ini.

Kalau kita sebagai Manusia tidak memuliakan Allah dalam kehidupan kita maka pada dasarnya eksistensi kejiupan kita sudah sudah tidak diperlukan lagi (ngga perlu hidup)

Monday, April 29, 2013

290413

Kasih Tuhan tak berkesudahan
Tak habis-habisnya rahmatNya
Slalu baru stiap pagi, baru stiap pagi
Besar setiaMu Tuhan
Besar setiaMu

Selalu ada "manna" setiap hari ketika kita sedang membutuhkannya.
Itu cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan itu selalu beserta dan peduli dengan hidup kita.
Bukan dengan penyertaanNya seperti yang kita ingin/rancangkan yang terjadi
Namun Allah tetap memberikan penyertaanNya yang terbaik (meskipun kadang tdk sesuai dengan yg kita ingin Tuhan lakukan bagi kita)
Percayalah bahwa "manna" itu jauh lebih baik dari apapun yg kita inginkan sebab hanya karena "manna" lah yang memampukan bangsa Israel berjalan 40 tahun di padang gurun.

Pandang sekeliling kita, ambil "manna" kita setiap hari dan berjalanlah Kuat bersama Tuhan untuk hari ini.

God Bless Us

Thursday, April 11, 2013

11-04-13

Learn to conquer all situation by take all responsibility and not running away by using "blame-stance" (blaming others, situation, etc.)

Thursday, October 07, 2010

Friendship vs Bright Future

Bacaan hari ini :
1 Raja-raja 5:1-12
2 Samuel 10:1-5

Bacaan hari ini menceritakan tentang 2 kisah yang bertolak belakang. Kisah yang 1 berakhir dengan simbiosis mutualisme sedangkan yang 1 dengan peperangan.

Masalah utama dari kisah ke 2 adalah karena sang raja mendengarkan nasihat dari pihak yang salah - yang bukannya menghasilkan kebaikan justru mengakibatkan peperangan besar yang menghancurkan kerajaannya. Sungguh ironis sebuah persahabatan yang baik harus dihancurkan oleh karena sang raja ini memilih untuk mendengarkan dan melakukan nasihat yang tidak bijaksana.

Keputusan yang salah tidak saja dapat menghancurkan hubungan baik di masa yang lalu namun juga dapat menghilangkan kesempatan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik oleh karena itu

Amsal 4:13 berkata Hold tight to good advice; don't relax your grip. Guard it well--your life is at stake! (terjemahan The Message).
1 Kor 5:33 Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Ams. 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Takes a good care of your own life & society n u'll get the bright future HE'd prepared for U.

Tuesday, October 05, 2010

Controversy - Risk Management

Lukas 2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Sebagai seorang pembuat "kontroversi", bagaimana mungkin Yesus semakin dikasihi oleh manusia? Pada cerita yang terdapat di lukas 2 :41 - 52 jelas2 Dia menimbulkan masalah yang sangat mengkhawatirkan kedua orang tuanya - menghilang 3 hr tanpa kabar. Tentunya hal-hal semacam ini harusnya menjadi sumber problem - ketika sebuah hal yang harus kita lakukan oleh karena kita mengasihi Tuhan ternyata bertentangan / berseberangan dengan pandangan umum.

Saya sangat curious tentang bagaimana cara "manajemen konflik" yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sehingga dalam segala "kontroversi" yang dia buat - tetap saja dia makin dikasihi oleh Allah dan MANUSIA.

Memang Dia adalah sang sumber segala hikmat - sang pemilik kebijaksanaan tak terbatas, namun kan tetap harus berhadapan dengan segala adat istiadat, kebiasaan, norma2 yang berlaku... kok semuanya terlihat ok-ok saja ya.. bahkan makin dikasihi.

Mungkin masalahnya adalah di ATTITUDE.. sekalipun membuat beberapa "kontroversi" tp Tuhan Yesus tetap hormat terhadap orang tua, ramah terhadap saudara & sahabat, berlaku benar dan jujur dalam semua sikap & perilakunya - sehingga semua orang tetap respek bahkan makin mengasihi Yesus. Di dalam ke-perbedaannya pun Yesus tetap menonjolkan kualitas MANUSIA yang sempurna (baik dalam sisi aturan maupun moral) dalam kehidupannya.

Saya jadi teringat sebuah ayat yang menyatakan supaya dalam kehidupan kita harus sempurna sehingga tidak membuka celah apapun untuk disalahkan. Akhirnya saya menemunkannya yaitu terdapat pada 2 Kor 6:3 "Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela."

Sebuah kesempurnaan tindakan yang sesuai dengan norma moral & sikap yang ditunjukkan oleh rasul Paulus. Saya rasa hal inilah yang menyebabkan sekalipun "kontroversial" namun tetap saja Yesus makin dikasihi oleh MANUSIA.

Menjaga sikap dan perilaku yang tidak membuka celah sedikitpun memang ngga gampang, namun dengan kekuatan dari ROH KUDUS dan dengan mendasari segala yang kita lakukan oleh karena kita mengasihi TUHAN (*bandingkan blog kemarin) maka kita akan makin dikasihi oleh TUHAN dan MANUSIA.

*stop for now. Wait for next RHEMA :)

Monday, October 04, 2010

CAPABILITY Things...

Lukas 12:26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?

Akhirnya saya kembali bloggin` - I'm back / dibaca em-bek :P. Ga tau bakal sampai kapan, tapi mudah2an my return to this blog can deliver some powerful message to anyone who read this BLOG.

No. 1 Thx to ninik karena sudah meminjamkan laptopnya.. jd saya bisa bloggin` & internetan sambil kalian spa, You might not know the effect of that what you've done but it does really meaningful to me.

No.2 Let Start About RHEMA..

Lukas 12 ayat 22 - 32 bicara tentang sesuatu yang sudah sangat sering kita dengar yaitu : Hal Kekuatiran. Kita pasti minimal sudah pernah mendengar tentang hal ini minimal 1x seumur hidup - pertanyaanya seberapa powerful message ini me-RHEMA dalam hidup kita ?

This Simple but POWERFUL message not just tells me about DON'T WORRY - Be HAPPY but it also tells us that HE always looking n taking care everything of my life.
He never leave me alone - not a single second He look at another direction then he lose me from His sight.
He always takes care of everything - including all of the smallest detail.
Not a single thing happened out from this wonderful plan - including our bright future.

Ketika saya masih kecil , segala hal yg saya pikirkan adalah tentang kesenangan saya. Segala hal yang membuat saya senang - bermain, liburan, makan enak. Tidak pernah saya berpikir : apa yang akan saya makan & pakai, dengan apa saya akan membayar makanan di restoran, segala mainan saya siapa yang menyediakan, bagaimana memilih pendidikan yang baik. ALL I KNOW that MY PARENTS will provides and think about all of that for me - they will not give me less than the best and I just put my full trust on them.

Ketika saya berpikir, kenapa kok waktu itu bisa ya saya mempercayai mereka sepenuhnya tentang hidup saya? kan saya yang hidup - bebas donk mau saya pake buat apa & bagaimana. Finally I Understand now : That's all happened because I didn't have the CAPABILITY to THINK & DONE all of these matters at that time - so I didn't have any other choice unless to leave all that matter to them and live an enjoyable life for myself.

Itu sebenarnya yang TUHAN mau & maksudkan buat hidup kita, bagaimana kita memaksimalkan kesenangan - enjoying life yang sudah dipersiapkanNYA buat kita/ The Perfect Plan yang sudah disediakanNYA buat kita.
Kadang2 kita seakan2 sok mau bilang sm TUHAN :
THIS IS MY LIFE, STOP CONTROLLING ALL OF IT!!
I WANT TO HAVE THIS WORKS AS I WANT. STOP TELLING ME WHAT TO DO OR WHAT TO THINK!!!
STOP SETTLING MY FUTURE UP, I HAVE MY OWN FUTURE!!!
karena seakan2 kita punya capability untuk THINK & DONE everything on our self. Yang saya mau bilang adalah : sebenarnya kita tau bahwa kita cuma membohongi diri sendiri - terlalu banyak hal yang ngga bisa kita pikirkan, terlalu terbatas kita untuk bisa melakukan segala sesuatunya dengan baik, terlalu banyak hal yang ngga bisa kita CONTROL...
Coba kita renungkan, siapa yang bisa menolak kalau kecelakaan atau kesakitan datang ke dalam hidup kita ? siapa yang bisa bilang aku nanti PASTI akan seperti ini dan itu... NO!!! We do not have all that capability.

Itulah sebabnya kenapa ada tertulis : Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu, tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu, Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

SEE...

Beberapa hari ini saya mendapatkan rhema yang sangat kuat tentang : I'LL DO ANYTHING CAUSE I LOVE GOD. Segala hal yang saya lakukan adalah dilandasi oleh karena saya mengasihi TUHAN - bahkan untuk segala sesuatu yang saya tidak mau lakukan pun akan saya lakukan karena saya mengasihi TUHAN. RHEMA hari ini pun langsung berbicara dengan jelas tentang alasan kenapa saya bisa mengasihi TUHAN - cause HE ALREADY GIVE & PREPARE THE BEST for me.

Everything happened for the REASON and that reason is GIVING THE BEST for my life. THX GOD FOR EVERYTHING U'VE DONE IN MY LIFE.

Stop for now, wait for the next RHEMA.

Wednesday, March 31, 2010

DDP 20 : Trust in The Impossible Situation (TiTiS)

Bacaan : Mazmur 21

Mendekati saat2 penentuan - justru saat2 seperti inilah pekerjaan terberat dr semuanya. Bikin last preparation, pray so semua bakal berjalan lancar. Hari2 ini kerjaan numpuk bgt.. biasalah kl dah mau deadline ada aja yg keluar... bukannya dr dulu2 aja :(

Satu hal yg jelas2 merhema dari pembacaan hari ini adalah :
TB :(21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.
The Message : He wanted a good life; you gave it to him, and then made it a [long] life as a bonus.
New KJV : He asked life from You, [and] You gave [it] to himLength of days forever and ever.
God's Word : He asked you for life. You gave him a long life, forever and ever.


Paling jelas terlihat dari versi The Message & God's Word Translation bahwa "Ada bonus tambahan yg diberikan oleh Tuhan ketika seorang yang mempercayainya (bandingkan ayat 8) meminta sesuatu". Sebuah kepercayaan yg benar - melahirkan sesuatu yang diinginkannnya, masih ditambah dengan bonus2 yang lebih besar.

"Trust" itu bukanlah sesuatu yang gampang dilakukan, apalagi ketika situasi yang terjadi berlawanan dengan yang diinginkan / dipercayai. Andaikata semua berjalan dengan mulus si dengan mudah kita bisa bilang percaya kalau yang terbaik adalah segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan, namun bagaimana bila yang dihadapi adalah situasi sebaliknya ? Lembah kekelaman, impossible situation, kondisi yang tidak kita harapkan - atau bahkan sesuatu yang kita tidak pernah pikirkan bahwa itu bisa terjadi malah terjadi pada kehidupan kita, Masihkah "trust" kita sama kepada Tuhan ?

Kalau "trust"nya sama niscaya kita akan tenang melewati semuanya + ketika semuanya berlalu justru akan memperkuat "trust" itu sendiri.. sehingga memungkinkan kita untuk bisa melangkah melewati step2 berikutnya dari kehidupan kita. Mungkin banyak yg setelah ini bakal bilang.. kamu si ngga pernah ada dalam situasiku, gimana coba kalau kamu yang mengalami - pasti kamu akan berlaku sama seperti aku.

"Trust" itu adalah sebuah keputusan, bukan tergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi. Itu adalah sebuah pilihan yang mesti kita ambil - kalau kita ngga mau memutuskan untuk memiliki "trust" maka proses akan menjadi makin berat dan penuh dengan kekhawatiran dan kekecewaan namun kalau kita berani mengambil keputusan untuk "trust" walaupun kondisinya terlihat ngga mungkin, tidak ada secercah harapan pun, semuanya terbalik dr keinginanv.. maka kita akan melihat hasil dari "trust" kita ketika Tuhan turun tangan menyelesaikan semuanya buat kita.

Ada sebuah statement yang keingetan : "Ketika kita angkat tangan terhadap masalah kita maka Tuhan akan turun tangan membereskan semuanya"

Hasil akhir tergantung dari keberanian untuk mengambil keputusan untuk "trust in the LORD". Semoga kita dapat selalu mengambil keputusan & langkah terbaik dengan membiarkan Tuhan menyelesaikan segala perkaranya ketika kita PERCAYA.

Sunday, March 21, 2010

DDP 19 : Do u Agape Me ?

Taken From : Ibrani 12:1-11

Hari-hari ini lagi banyak kena di area ini.. terutama gara-gara kata LOVE :)

Seseorang pernah berkata, bahwa LOVE yg bener itu cuma kalau ada SACRIFICE - tanpa itu ya LOVEnya belum tentu LOVE yang bener - bisa aja cuma ungkapan kosong semata. Beberapa hari ini sempet ngeliat bbrp klip dari film PASSION of The CHRIST, Team Hoyt & BRIDGEMASTER's SON yang dengan jelas-jelas menggambarkan kaya gimana LOVE yg sesungguhnya itu - LOVE + SACRIFICE.

Malem ini "tiba-tiba" keingetan soal cerita yg ada di yohanes 21 terutama pada bagian : "do you AGAPE Me ?". Kalau pertanyaan itu ditanyakan skrg kepada kita ... beranikah kita berkata.. "yes Lord, I'm AGAPE You" - kalau pertanyaan berikutnya adalah "Then.. what is your SACRIFICE to prove that U really AGAPE Me ? ". Kayaknya inilah alasan mengapa sampai petrus ngga berani ngomong "I'm AGAPE You Lord" - soalnya dia tau : dia masih belum berani SACRIFICE untuk membuktikan AGAPEnya kepada Yesus. Bertahun-tahun kemudian baru dengan bangga dia berani berkata itu - pada saat dia disalib terbalik di kota yerusalem : yang seakan-akan mau ngomong .. "This time, I'll prove that I'm AGAPE You Lord..."

Terus terang hari-hari ini masih menjadi pergumulan buat saya - I'm still on process to let me have the courage to say "I'm AGAPE You Lord" - I know what to do but It's still a big process for me to let everything GO and said : The only thing I Need in this world is U lord - then I can said "At Least I'm AGAPE U Lord". Masih banyak hal yg mesti diproses, masih banyak lubang yang harus dibersihkan, masih banyak sacrifice yang mesti dibuat - GOD let me pass through this Process with U everytime till the time I would say : At Last, I'm AGAPE U Lord..

Thursday, March 18, 2010

DDP 18 : Faith Never Die :)

Taken from : 1 Samuel 17:40-58

Bacaan hari ini merupakan sebuah cerita kepahlawanan yang sangat terkenal, cerita ini sudah banyak disadur bahkan menjadi inspirasi banyak cerita2 / film2 lainnya.. (ex : film Facing the Giants). Ada beberapa hal menarik yang bisa saya temukan dari cerita yang fenomenal ini.

1. Then David took his shepherd's staff, selected five smooth stones from the brook
Pernah terpikir ga, kenapa mesti 5 batu & kenapa mesti batu yg licin ? menurut saya hal ini erat sekali hubungannya dengan keahlian / pengalaman dari daud sebagai gembala domba. Berdasarkan pengalaman daud sebagai seorang yang expert dalam hal menggembalakan domba, 5 batu licin adalah sesuatu yang cukup untuk mengalahkan musuh-musuhnya (ex: singa / beruang). Kurang dari 5 batu mengakibatkan daud tidak memiliki plan B kalau serangannya luput, tapi bila lebih dari 5 batu cuma akan membuatnya menjadi terlalu berat dan kehilangan kelincahannya. Mungkin waktu dia menggembala domba - ngga terpikirkan bahwa suatu saat keahliannya menggembala domba akan membawanya menuju tahta kerajaan .. namun dengan ketaatannya mengerjakan hal tersebut - ALLAH ternyata membuat hal itu menjadi sebuah persiapan dan membuka lebar jalan menuju rancanganNya bagi daud. Diinspirasi dari DDP kemarin, ketaatannya mengerjakan tanggung jawab yang kecil itulah yang membawa dia untuk menerima tanggung jawab yang SANGAT BESAR .. jauh melebihi ekspektasi / perkiraannya.

2.
David answered, "You come at me with sword and spear and battle-ax. I come at you in the name of GOD-of-the-Angel-Armies, the God of Israel's troops, whom you curse and mock.This very day GOD is handing you over to me. I'm about to kill you, cut off your head, and serve up your body and the bodies of your Philistine buddies to the crows and coyotes. The whole earth will know that there's an extraordinary God in Israel.And everyone gathered here will learn that GOD doesn't save by means of sword or spear. The battle belongs to GOD--he's handing you to us on a platter!"
MOTIVASI yang benar menentukan hasil akhir. Daud tidak menaruh kepercayaan pada pengalaman dan keahliannya namun dari pengalamannya sebenarnya memiliki esensi yang sangat penting yaitu bahwa TUHANlah yang memampukan dia untuk mengalahkan musuh-musuhnya di padang, Tuhan yang sama yang akan membuatnya mampu untuk mengalahkan musuhnya yang kali ini, yang notabene SANGAT JAUH lebih besar daripada musuh-musuh yang pernah dihadapi sebelumnya. Dengan motivasi yang benar supaya seluruh dunia mengetahui bahwa TUHAN yang dia sembah adalah ALLAH yang luar biasa, ditambah supaya seluruh umat israel mempunya kepercayaan kembali kepada TUHAN (moral pasukan israel saat itu sudah jatuh karena keberadaan goliath) - maka daud maju dengan keyakinan penuh "sambil berlari" yang menunjukkan bahwa daud tidak memiliki sedikitpun kekhawatiran bahwa dia akan kalah. Selain motivasi, ada beberapa hal lain yang mendukung motivasi tersebut yaitu sikap kita (attitude).Pemikiran yang positif, keyakinan kepada Tuhan, kemauan untuk bergerak melewati keterbatasan2 yang ada, dengan adanya semuanya itu ditambah MOTIVASI yang benar maka KEMENANGAN PASTI AKAN DIRAIH.

3. FAITH that goes BEYOND SIGHT.
Ketika daud maju ke medan perang, pasukan israel sedang dalam kondisi moral yang hancur. Kenyataan yang ada di depan mereka adalah adanya raksasa tak terkalahkan yang sebentar lagi akan menghancurkan mereka. Kekhawatiran mereka seakan-akan menghilangkan kepercayaan mereka kepada Tuhan, bahwa Tuhan sanggup membuat mereka memenangkan perang kali ini. Namun tidak demikian dengan daud, dia maju berperang tanpa melihat kondisi / keadaan yang sedang terjadi - dia tidak membiarkan Fakta menghancurkan imannya kepada Tuhan. Daud mengambil sebuah keputusan untuk melepaskan ketakutan/kekhawatiran/kegentaran akibat semua yang dia lihat sedang terjadi dihadapannya dan menggantikannya dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan sambil disertai tindakan Iman yang LUAR BIASA.

Mudah-mudahan post hari ini bisa membangkitkan lagi semangat kita untuk semakin percaya dan berani mengambil langkah IMAN yang akan memampukan kita melewati semua halangan BESAR yang sedang kita hadapi demi mencapai KEMENANGAN bersama TUHAN.

Wednesday, March 17, 2010

DDP 17 : Setia dalam Perkara Kecil

Bacaan terambil dr Matius 25:14-30 (The Message Bible)

Cerita yang sudah cukup sering didengar, banyak yg sudah mengkhotbahkan & share tentang kisah ini - biasanya dikenal sebagai "perumpamaan talenta" yang digunakan untuk motivasi. Dari terjemahan The Message Bible ada bbrp hal menarik yang saya temukan.

"It's also like a man going off on an extended trip. He called his servants together and delegated responsibilities.

God delegates responsibilities to every people. Banyak org yg kadang-kadang ngga menyadari bahwa banyak hal yang sudah Tuhan tempatkan dalam diri / disekitar mereka yang harusnya menjadi tanggung jawab mereka. Banyak kali kita berharap untuk dipercaya lebih oleh Tuhan padahal sebenarnya banyak hal yang sudah Tuhan percayakan kedalam hidup kita yang sering kita sia-siakan. Biasanya kita fokus kepada hal-hal yang spektakuler, yang terlihat keren, yang besar - padahal segala kepercayaan yg besar itu selalu dimulai dari diselesaikannya kepercayaan-kepercayaan kecil dengan baik.

To one he gave five thousand dollars, to another two thousand, to a third one thousand, depending on their abilities. Then he left.
Tuhan tidak sembarangan membagi tanggung jawab kepada masing-masing orang. Semua tanggung jawab itu diberikan berdasarkan kemampuan mereka pada saat tertentu. Tentu saja seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya yang baru berusia 3 tahun untuk memasak di dapur menggunakan pisau oleh karena dia tau dengan jelas bahwa anaknya belum mampu, jadi biar bagaimanapun sang anak merengek minta tanggung jawab itu - si ibu pasti tidak akan memberinya. Bukan masalah si ibu kejam & tidak mau menuruti keinginan anaknya - cuma si ibu tahu yang terbaik. Demikian juga halnya dengan Tuhan dan kita. Kita sering berdoa untuk sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita, namun sepertinya doa itu cuma sekedar "numpang naik di atap trus turun lagi" sama sekali ngga nyampe kepada Tuhan - trus kita PROTES .. katanya telinga Tuhan tidak kurang tajam, tangan Tuhan tidak kurang panjang.. tapi kok begini ... --> harusnya kita lebih introspeksi - sudah pantas belum kita memperoleh hal yang kita doakan tersebut - kalo belum ya jangan protes.. kembangkan dulu kepercayaan Tuhan karena kita bertanggung jawab akan hal-hal yang sudah dipercayakanNya - (mis: seorang pemusik harus tetap latihan walaupun belum diangkat)

Right off, the first servant went to work and doubled his master's investment.
The second did the same.
But the man with the single thousand dug a hole and carefully buried his master's money.
Kedua hamba yg pertama langsung bertindak untuk mempertanggung jawabkan kepercayaan sang Tuan. Mereka tidak menunggu-nunggu lagi dan langsung bekerja, berbeda dengan hamba ketiga yang dengan sangat hati-hati menggali lubang untuk menyimpan uang tersebut tanpa terpikir sekalipun bahwa dia harus bekerja untuk mempertanggung jawabkan kepercayaan dari tuannya tersebut. Mungkin dia iri, soalnya dia cuma dapet kepercayaan yang paling kecil, ga berarti, ga sebanding dengan yang lainnya - padahal Tuannya sama sekali tidak membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain - Toh hamba yang beroleh 2 talenta diperlakukan sama dengan hamba yang beroleh 5 talenta. Kebiasaan untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain inilah yang sering menjadi penghambat kita untuk menuntaskan TANGGUNG JAWAB yang Tuhan berikan - padahal setiap orang memiliki bagiannya masing2. - Tuhan melihat proses, bukan cuma hasil akhir.

"After a long absence, the master of those three servants came back and settled up with them.
The one given five thousand dollars showed him how he had doubled his investment.
His master commended him: 'Good work! You did your job well. From now on be my partner.'
"The servant with the two thousand showed how he also had doubled his master's investment.
His master commended him: 'Good work! You did your job well. From now on be my partner.'
Perlakuan yang sama diterima oleh kedua hamba ini walaupun secara hasil jauh berbeda namun secara proses mereka sudah melakukan proses yang sama "doubled his investment" / mempertanggungjawabkan kepercayaan itu 2x lipat. lihat point di atas. Yang menarik adalah.. ketika sebuah kepercayaan dapat dipertanggungjawabkan.. maka Tuhan ngga akan tanggung-tanggung memberikan promosi BESARRR.. bahkan mungkin yang ngga pernah kita pikir akan dapatkan ketika kita sedang mengerjakan tanggung jawab tersebut. Seorang pengkhotbah besar pernah bercerita bahwa kepercayaan yang Tuhan berikan kepadanya (Karunia kesembuhan, dll) dimulai dari "setia membereskan bangku gereja". SERVANT becomes PARTNER


"The servant given one thousand said, 'Master, I know you have high standards and hate careless ways, that you demand the best and make no allowances for error.
I was afraid I might disappoint you, so I found a good hiding place and secured your money. Here it is, safe and sound down to the last cent.
"The master was furious. 'That's a terrible way to live! It's criminal to live cautiously like that! If you knew I was after the best, why did you do less than the least?
Hamba ketiga sepertinya terlihat mengenal Tuannya dengan baik, namun dia gagal untuk melihat bahwa Tuannya sudah memberikan kepercayaan kepada dia supaya dia bisa membuktian bahwa dia mampu, sayangnya dia melepaskan kesempatan itu.


The least you could have done would have been to invest the sum with the bankers, where at least I would have gotten a little interest.
"'Take the thousand and give it to the one who risked the most. And get rid of this "play-it-safe" who won't go out on a limb.
Throw him out into utter darkness.'
Tuhan sering membawa kita ke situasi-situasi tertentu dimana kita harus melangkah dalam "risked area" supaya pada saat itu kita bisa bergantung sepenuhnya kepada DIA sehingga pada saatnya promosi itu akan datang ke dalam kehidupan kita.

Ditutup dengan ayat 23

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


Percayalah bahwa Tuhan mengetahui setiap rencana yang ada padaNYA mengenai kita yaitu rencana masa depan yang penuh dengan harapan apabila kita mau berjalan sesuai dengan prosesnya Tuhan sehingga pada waktunya KEPERCAYAAN yang besar itu diletakkannya dalam kehidupan kita.

AMIN


Friday, February 05, 2010

I'm Back.... errr......

Wew... tak terasa hampir 1 tahun berlalu sejak post terakhir... lama banget dah ngga nge-blog , akhirnya posting blog lagi cuma gara2 ada yg lagi tergila2 bloggin :P

Banyak sekali hal yg sudah terjadi dalam 1 tahun belakangan ini, banyak milestone kehidupan yg sudah dilewati. Awal tahun ini sudah diawali dengan memasuki babak baru dari kehidupan.. Banyak proses untuk belajar menikmati kehidupan lebih lagi.

Just Gonna Enjoy More of my life this year :)

Take one step closer with Him

Thx God for Everything.

Thursday, February 12, 2009

DDP 16 : Walk Side by Side with Him

Bacaan : Matius 7:24-27

Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat
Namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat
Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal
Diatas -nyalah membusur p'langi Kasih yang kekal

Reff :
Habis hujan tampak p'langi bagai janji yang teguh
Dibalik duka menanti p'langi Kasih Tuhanmu


Lagu terjemahan diatas & teks bacaan hari ini begitu menggambarkan apa yang selalu terjadi pada kehidupan kita. Kabut, awan tebal, hujan badai, angin keras, banjir seakan-akan memang tidak akan pernah berhenti hadir dalam kehidupan kita. Tuhan tidak pernah menyatakan bahwa semuanya itu bakal dihalau bahkan bila melihat kenyataan pengalaman yang terjadi pada banyak orang maka begitu mulai mengikut Tuhan dengan sungguh2, mulailah juga segala macam masalah2 yang tadinya ngga pernah ada.

Sebenarnya kalau kita mau melihat dari "sisi lain" maka kita akan mengerti, kenapa masalah itu harus hadir dalam kehidupan kita. Seorang anak kecil tidak akan membutuhkan ayahnya lebih daripada ketika dia harus berjalan melewati tempat yang gelap - keberadaan seorang ayah yang menggandeng dia akan sangat "dirasakan" oleh si anak pada kondisi demikian. Meskipun mungkin pada kesempatan2 yang lain si ayah tidak pernah meninggalkan dia namun si anak belum tentu merasakan kehadirannya, namun ketika situasi menjadi gelap & tidak menentu maka kehadiran sang ayah akan sangat dirasakan dan sangat berarti bagi si anak.

Hal yang tidak jauh berbeda bisa kita lihat dari kejadian Angin Badai di Galilea. Pada awal2 perjalanan mungkin keberadaan Yesus di dalam kapal tidak terlalu dirasakan oleh murid2 itu sebabnya Yesus sampai tidur di buritan, namun ketika segala sesuatu menjadi "out or control" / kacau beliau - maka murid2 bisa berkata : "Untung kita bawa Yesus kalau ngga... ya sudah..." - saat itulah keberadaan Yesus menjadi sangat berarti.

Yang harus kita sadari bahwa sebenarnya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita barang sedetikpun, Ia tidak pernah memalingkan wajahnya dari kita walau sekejap pun sebab Ia selalu bersama dengan kita dalam kondisi apapun dan dalam apapun yang kita perbuat - Hal ini yang kadang2 kurang kita sadari sehingga sering kita melakukan hal2 yang kurang berkenan kepada Allah - seakan2 Allah ngga ada di sisi kita pada saat kita melakukan hal tersebut padahal Ia tau apa yang sedang kita perbuat dengan jelas, Pada saat kita menyakitiNya - Dia sedang berada di sebelah kita sambil memandang dengan sedih. Kalau kita mau mencoba memahami perasaan Tuhan pada saat itu, kita bisa menganalogikannya seperti ada teman dekat kita yang sedang berjalan bersama dengan kita lalu dia melakukan hal yang mengecewakan kita padahal dia tau bahwa kita sedang ada bersama-sama dengan dia dan melihat apa yang dia lakukan namun seolah2 dia ngga mau ambil perduli - sakitnya minta ampun!. Mungkin kita tidak pernah menyadari hal ini...

Inti dari hari ini adalah :
  1. Jangan pernah komplain dengan adanya masalah karena justru pada saat itu kita bisa mengalami / merasakan keberadaan Tuhan dengan lebih baik & saat itu bisa menjadi kesempatan yang baik untuk sekali lagi merasakan Mujizat & Kebaikan Tuhan yang luar biasa. - mau diberikan hal yang baik kok ga mau / protes.
  2. Sadari dengan sepenuh hati bahwa Tuhan itu merelakan dirinya untuk jalan dengan kita dalam kondisi apapun dan tidak pernah meninggalkan kita barang sedetik pun jadi tetap percaya bahwa apapun yang terjadi ada di dalam kendali Tuhan yang selalu akan memberikan hal TERBAIK bagi kita.(*bahkan yang baik pun tidak akan diberikannya) Masalahnya cuma tinggal seberapa kita percaya bahwa Allah kita itu baiknyaaaa... ga ketulungan.
  3. Kalau kita sadar bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita, maka kita ngga akan pernah bertanya "boleh ini apa ngga, boleh itu apa ngga" tapi kita akan selalu berusaha untuk bertingkah laku yang ngga membuat Tuhan sedih. - akankah kita melakukan hal tersebut bila di samping kita ada pendeta kita ?? apalagi kalau kita menyadari ada Tuhan yang selalu bersama dengan kita.
  4. Kalau sudah sadar, libatkan Tuhan dalam setiap hal yang & akan kita lakukan. Dalam setiap keputusan, dalam setiap pemikiran - karena bila Allah campur tangan maka segala sesuatu bisa dipastikan ada berhasil maksimal - seturut dengan kehendakNya.
Just Believe, Put 100% Trust on The Wonderful n Mighty Shepherd, Walk by Faith with Him Everytime.